• About
  • Contact
  • Disclaimer
  • Privacy Policy

Dampak Negatif MOS ( Masa Orientasi Siswa )

 on Tuesday, July 28, 2015  

Dampak Negatif MOS: Meniru Militer Tapi Ngawur - Tahun ajaran baru sekolah,usai hingar bingar penerimaan siswa baru,satu kegiatan yang menjadi perhatian khalayak adalah Masa Orientasi Sekolah dengan segala pro dan kontra. Yang Pro berpendapat bahwa Mos adalah salah satu kegiatan yang bermanfaat dan berguna untuk siswa/mahasiswa baru untuk mengetahui seluk beluk kegiatan belajar mengajar di sekolah atau kampus yang akan menjadi tempatnya menuntut ilmu sekaligus bagian dari episode dalam kehidupannya. Yang Kontra berpendapat kegiatan Mos lebih banyak dampak negatifnya dari pada manfaatnya, yang memang kenyataannya dampak negatif MOS benar-benar terjadi di setiap tahunnya dengan bukan hanya menimbulkan dampak negatif secara psikologis, bahkan hilangnya nyawa atau kematian. MOS adalah sarana atau ajang balas dendam senior terhadap yunior, MOS adalah kegiatan legal untuk melakukan bullying atau kekerasan fisik dan psikologis dari senior terhadap yunior.

Terlepas dari pendapat Pro atau Kontra, MOS sebenarnya seperti kegiatan-kegiatan sekolah lainnya bertujuan baik. Namun dalam pelaksanannya sering kali menimbulkan dampak negatif.Dampak negatifnya melebihi dari tujuan awalnya. MOS sebagai salah satu bagian dari kegiatan kependidikan.Kegiatan MOS, ada atau dilaksanakan diseluruh pendidikan baik pendidikan umum, kedinasan atau pendidikan militer, bahkan pendidikan-pendidikan keahlian tertentu yang sifatnya hobbi seperti pendidikan dasar pecinta alam, pendaki gunung, dll.

Ironisnya MOS-MOS yang dilaksanakan oleh pendidikan umum baik tingkat SLTP, SLTA maupun Perguruan Tinggi meniru pola dan kegiatan MOS di pendidikan-pendidikan militer atau pendidikan bela negara maupun pendidikan keahlian khusus yang memerlukan pembentukan pola sikap dan perilaku seperti militer karena tuntutan tugas dan tanggung jawabnya serta dinamika lapangan dalam penugasannya, namun meniru atau ikuti pola MOS di pendidikan militer tapi NGAWUR.

Pola pendidikan di Militer dilaksanakan secara terencana, terawasi. Hampir seratus persen tujuan pelaksnaan MOS di pendidikan militer sesuai tujuan yang ada dalam draft perencanaan. Dampak negatif juga dapat diminimalisir hampir mendekati Nol Persen.

United States Army(Tentara Angkatan Darat Amerika) mengakui bahwa tingkat keamanan atau dampak negatif pendidikan pelatihan dasar Para(Terjun Payung) bagi para prajurit TNI AD yang dilaksanakan di Sekolah Para Pusdik Pasukan Khusus Batujajar, lebih baik dari tingkat keamanan pelatihan terjun payung di Angkatan Darat Amerika Serikat dilihat dari mulai perencanaan,persiapan, pelaksanaan sampai dampak negatif yang ditimbulkan.

Menurut penelitian United States Army,dampak negatif atau korban dalam pendidikan terjun payung di Sekolah Para Pusdik Kopassus TNI AD hanya sekitar Nol Satu patersen, sedangkan di United States Army kisaran Empat sampai Lima persen

Kegiatan MOS atau MASGAR (Masa Penyegaran ) di pendidikan militer atau bela negara secara singkat dapat digambarkan sebagai berikut:

1. Perencanaan: Masgar atau Mos dibuat perencanaan. Rencana pelaksanaan kegiatan dipaparkan dihadapan Komandan Pusdik dan staf terkait untuk diketahui, diberi masukan dan pada akhirnya untuk mendapat persetujuan dari Komandan Pusdik. Dalam perencanaan dipaparkan pula, Rencana Pengamanan/Ren Pam( meliputi rencana pengamanan berita, pengamanan materiil, pengamanan kegiatan, pengamanan personel) dan Rencana Kesehatan/Ren Kes(meliputi rencana kegiatan dukungan kesehatan dilapangan, rujukan atau evakuasi, medis dan paramedis, serta ambulance, alat kesehatan yang dilibatkan dalam kegiatan)

2. Tujuan: Tujuan Masgar untuk merubah perilaku baik mental maupun fisik untuk memasuki dunia militer atau kehidupan keahlian(misal keahlian mendaki gunung ), Bukan hanya sekedar memberi pengetahuan tentang dunia militer.

3. Kegiatan: Sesuai Rencana pelaksanaan yang dipaparkan, perubahan kegiatan karena dinamika di lapangan harus mendapat persetujuan Komandan setelah berdiskusi dengan staf.

4. Pengawasan: Meski pelaksanaan Masgar dari senior ada mekanisme pengawasan oleh fihak pusdik, diluar jam dinas pengawasan oleh Perwira Pengawas/Pa Was yang telah ditunjuk dan Piket Kesatrian/Markas. Ada mekanisme Rewads dan Punishment bagi pelaksana Masgar. Senior sebagai pelaksana akan selalu berusaha pelaksanaan sesuai Rencana yang ditetapkan, jika melanggar ketentuan apalagi sampai menimbulkan korban ada sanksi atau hukuman yang telah menjadi prosedur tetap atau SOP satuan.

5. Pengamanan: Selalu ada unsur pengamanan dan kesehatan yang ikut dalam seluruh kegiatan.

6. Pola : Pola kegiatan Masgar meski dilaksanakan senior adalah pola BIMSUH/Bimbingan dan pengasuhan. Pelaksanaan Masgar diarahkan dengan pola membimbing dan mengasuh bukan pemaksaan perubahan sikap dan perilaku semata.

7. Evaluasi : Setiap kegiatan dievaluasi. Pembuatan Laporan kegiatan kepada Komandan Pendidikan. Pertanggung jawaban secara administratifmkegiatan, logistik dan hasil pencapaian dengan tolok ukur tujuan kegiatan yang telah ditetapkan.

Nah kalau MOS bagaimana? Apakah kegiatan MOS selalu mengacu pada rencana kegiatan yang sudah disetujui oleh kepala sekolah, diketahui seluruh staf sekolah dan guru? Adakah Rencana Pengamanan kegiatan dan Rencana Kesehatan? Apakah kegiatan sesuai dengan tujuan yang dituangkan dalam rencana kegiatan? Adakah Pengawas dari staf sekolah? Apakah ada mekanisme pusnihment atau sanksi jika melakukan kesalahan diluar rencana kegiatan yang telah ditetapkan sehingga paa senior sebagai pelaksana MOS mempunyai rasa takut kena sanksi jika melakukan kegiatan diluar yangditetapkan ? Adakah tim kesehatan yang selalu ikutdalam setiap kegiatan MOS untukmendeteksi dan mengantispasi jika ada siswa yang bermasalah keseh atan saat melakukan kegiatan MOS?

Mengapa ada kegiatan dan hukuman fisik yang sering kali berlebihan? Bukankah tujuan MOS adalah agar para siswa baru, mengetahui sekali lagi hanya pada level mengetahui? Untuk apa ada kegiatan fisik yang berlebihan? Dalam kegiatan militer, bela negara, pecinta alam, satgas bencana alam memang memerlukan perubahan pengetahuan dan perilaku buka hanya mengetahui.Kesemaptaan jasmani mutlak diperlukan, kegiatan dan hukuman fisik tidak asal atau ngawur tetapi ada ketentuannya yakni betujuan menambah atau mempertahankan, memulihkan kesemaptaan jasmani atau kekuatan fisik.

Korban MOS terakhir dikabarkan karena setelah menerima hukuman scot jump dari seniornya. Sungguh Ironis dan menyedihkan. Sejak tahun 2000 an , TNI AD melarang dan mengahapus segala kegiatan maupun hukuman fisik berupa scot jump, karena menurut hasil penelitian Direktorat Kesehatan Angkatan Darat/Ditkesad dan Dinas Penelitian Dan Pengembangan Angkatan Darat/Dislitbangad, kegiatan scot jump menimbulkan dampak negatif terhadap lutut dan persendian yang akan merusak sistem persedian pada kaki mengakibatkan melemahnya kekuatan fisik bagi seorang prajurit, karena kaki adalah tumpuan utama ataukekuatan utama dala kesemaptaan jasmani. Apalagi bagi prajurit infantrie,lutut adalah modal utama,maksudnya kekuatan fisik dengan berjalan kaki adalah salah satu modal utama prajurit infantrie.Lutut adalah modal utama daya gerak bagi seorang prajurit utamanya prajurit infantrie.uk


Saatnya MOS direformasi untuk mencapai tujuan utama yaitu menunjang kegiatan belajar mengajar, bukan sebaliknya arena balas dendam, sarana bullying dan kerugian nyawa, serta  trauma psikologis.




sumber :

Dampak Negatif MOS ( Masa Orientasi Siswa ) 4.5 5 Unknown Tuesday, July 28, 2015 Dampak Negatif MOS: Meniru Militer Tapi Ngawur - Tahun ajaran baru sekolah,usai hingar bingar penerimaan siswa baru,satu kegiatan yang me...


Muhammad Supriyono. Powered by Blogger.
J-Theme